Iklan

terkini

Dosen Spesialis Medikal Bedah UNIMUS Tembus Juara I Nasional, Tulisan tentang “Stres, Kopi, dan Begadang” Jadi Sorotan

Redaksi Solo
3/02/26, 17:25 WIB Last Updated 2026-03-02T10:25:39Z
Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang berhasil meraih Juara Nasional Terbaik Antero Indonesia/Foto: Redaksi


Semarang - Kabar membanggakan datang dari kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Salah satu dosen Spesialis Medikal Bedahnya, Prima Trisna Aji, sukses meraih Juara I Penulis Terbaik Nasional dalam Lomba Menulis Nasional yang diselenggarakan Antero Indonesia. Kompetisi tingkat nasional tersebut digelar pada 29 Januari 2026, dengan pengumuman resmi pemenang pada 28 Februari 2026. Pesertanya datang dari berbagai provinsi di Indonesia, menjadikan persaingan berlangsung ketat dan bergengsi.

Prima keluar sebagai pemenang lewat tulisannya berjudul “Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu.” Artikel itu menyoroti gaya hidup modern yang sering dianggap wajar, namun diam-diam menyimpan risiko besar bagi kesehatan jantung.

Tiga Kebiasaan yang Dianggap Sepele

Alih-alih membahas tema yang jauh dari realitas pembaca, Prima justru mengangkat fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: tekanan kerja yang memicu stres, kopi yang menjadi teman setia lembur, serta begadang demi mengejar target. Bagi banyak orang, pola hidup seperti itu identik dengan produktivitas. Namun dari sudut pandang medis, kebiasaan tersebut bisa menjadi ancaman tersembunyi.

Sebagai akademisi dengan konsentrasi pada jantung dan pembuluh darah, Prima menjelaskan bahwa stres berkepanjangan meningkatkan kadar hormon kortisol yang berdampak pada kenaikan tekanan darah. Konsumsi kafein berlebihan memacu detak jantung secara terus-menerus, sedangkan kurang tidur mengganggu ritme biologis tubuh yang berperan dalam menjaga stabilitas metabolisme dan tekanan darah.

Jika berlangsung lama, kombinasi ini berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.

“Masya Allah Tabarakallah, semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat berdampak besar bagi kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kerusakan jantung jarang terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab. Lebih sering, ia muncul sebagai akumulasi kebiasaan harian yang dibiarkan tanpa koreksi.

Bukan Sekadar Opini, Tapi Berbasis Riset

Kekuatan tulisan tersebut tidak hanya terletak pada gaya narasi yang reflektif, tetapi juga pada landasan ilmiah yang kokoh. Artikel itu disusun berdasarkan riset yang ia lakukan sepanjang tahun, mulai dari studi tentang self-management hipertensi, penanganan STEMI (serangan jantung akut), penyakit jantung koroner, hingga manajemen gagal jantung.

Data klinis tersebut ia terjemahkan ke dalam bahasa populer sehingga mudah dipahami pembaca umum, tanpa kehilangan akurasi ilmiah. Dewan juri menilai tulisannya unggul karena mampu memadukan kedalaman evidence dengan relevansi sosial yang kuat. Tema yang diangkat dinilai sangat kontekstual dengan kehidupan masyarakat urban yang hidup dalam tekanan dan ritme cepat.

Pendekatan yang ia gunakan berfokus pada perubahan kebiasaan mikro. Ia ingin menunjukkan bahwa pencegahan penyakit jantung tidak selalu dimulai dari tindakan medis besar, melainkan dari konsistensi memperbaiki rutinitas sederhana.

Mengapa Layak Juara?

Dalam penilaian dewan juri, karya Prima dinilai berhasil mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan pembaca, menggunakan bahasa yang komunikatif namun tetap ilmiah, serta menawarkan solusi konkret.

Tulisan tersebut tidak bernada menggurui. Sebaliknya, ia mengajak pembaca bercermin pada gaya hidup masing-masing. Nilai kebaruan juga menjadi faktor penting. Prima memadukan konsep micro-habit dengan pendekatan evidence-based practice, sehingga edukasi kesehatan terasa aplikatif. Konsep self-management yang ia tawarkan memberi gambaran langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa pun untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini.

Tak heran jika banyak pembaca merasa “tersentil”. Budaya lembur, kopi berlebihan, dan kurang tidur memang sudah menjadi ciri generasi produktif masa kini.

Dari Tulisan Menuju Inovasi Digital

Prestasi ini bukan titik akhir. Prima mengungkapkan bahwa ia tengah mengembangkan aplikasi berbasis Android untuk mendukung self-management hipertensi dan penyakit jantung koroner. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pasien memantau tekanan darah secara mandiri, mengingatkan jadwal minum obat, mengatur pola makan, mengelola stres, serta memperbaiki pola tidur.

Baginya, jika tulisan mampu membangun kesadaran, maka teknologi dapat menjaga konsistensi perubahan perilaku. Ia berharap inovasi ini dapat berkontribusi dalam menekan angka penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Literasi sebagai Garda Terdepan

Secara nasional, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Hipertensi bahkan kerap dijuluki silent killer karena berkembang tanpa gejala hingga muncul komplikasi serius.

Dalam situasi tersebut, literasi kesehatan menjadi benteng pertama pencegahan.

Keberhasilan Prima Trisna Aji bukan sekadar kebanggaan bagi UNIMUS, tetapi juga menjadi bukti bahwa akademisi memiliki peran strategis dalam membumikan ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat.

Dari tulisan tentang stres, kopi, dan begadang, lahir kesadaran tentang pentingnya menjaga jantung. Dan dari ruang akademik, mengalir pesan sederhana namun kuat: perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang diperbaiki hari ini.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dosen Spesialis Medikal Bedah UNIMUS Tembus Juara I Nasional, Tulisan tentang “Stres, Kopi, dan Begadang” Jadi Sorotan

Terkini

Iklan