Iklan

terkini

Dosen Spesialis UNIMUS Luncurkan SMART-HTN, Inovasi Digital untuk “Melawan Diam-Diam” Bahaya Hipertensi

Redaksi Solo
4/09/26, 21:01 WIB Last Updated 2026-04-09T14:03:27Z
Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang ketika sosialisasi Buku Saku Digital Hipertensi/Foto: Redaksi


REDAKSISOLO.COM - Karanganyar, 8 April 2026 - Terobosan di dunia keperawatan kembali lahir dari akademisi Indonesia. Dosen Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, resmi memperkenalkan inovasi terbarunya berupa Buku Saku Digital SMART-HTN: Panduan Praktis Self-Management Hipertensi untuk Pasien dan Keluarga.

Produk ini bukan sekadar buku edukasi biasa. SMART-HTN telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menjadi luaran unggulan dari Hibah Penelitian Fundamental RisetMu Diktilitbang Muhammadiyah, yang berfokus pada solusi nyata bagi persoalan kesehatan masyarakat.

Peluncuran dilakukan di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro lokasi yang sekaligus menjadi pusat implementasi program. Momentum ini menegaskan bahwa inovasi kesehatan tidak cukup berhenti di ranah akademik, tetapi harus hadir langsung menjawab kebutuhan pasien di lapangan.

Prima menyoroti satu fakta krusial yang selama ini kerap terabaikan: persoalan utama hipertensi bukan semata pada layanan kesehatan, melainkan pada perilaku pasien itu sendiri. “Data studi pendahuluan kami menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat dan pengelolaan gaya hidup pasien hipertensi masih sangat rendah. Padahal, ini menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung,” ujarnya.

Berangkat dari realitas tersebut, SMART-HTN dirancang sebagai solusi edukasi yang lebih “hidup”. Tidak lagi satu arah dan teoritis, tetapi interaktif, praktis, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Dalam satu genggaman, pasien dan keluarga mendapatkan panduan lengkap mulai dari pemantauan tekanan darah mandiri, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, hingga kepatuhan terapi.

Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang ketika memberikan Vandel kepada Kepala Klinik PKU Muhammadiyah Jatipuro/Foto: Redaksi


Keunikan utama inovasi ini terletak pada pendekatan nurse-led intervention yang melibatkan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan. Pendekatan ini dinilai mampu menutup celah antara pengetahuan dan praktik sehari-hari membuat edukasi tidak berhenti di ruang klinik, tetapi terus hidup di rumah pasien.

SMART-HTN juga merupakan hasil kolaborasi lintas institusi bersama Marta Tania Gabriel Ching Cing dan Dr. Elinda Rizkasari. Dari rangkaian riset yang dilakukan, tim berhasil menghasilkan berbagai luaran akademik, mulai dari publikasi jurnal nasional terakreditasi hingga sejumlah HKI, termasuk buku saku digital, buku konvensional, dan buku ajar ber-ISBN nasional. Ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kontribusi keilmuan.

Dukungan datang dari pihak layanan kesehatan. Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, dr. Rifai Gani Saputra, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “SMART-HTN sangat membantu pasien dalam memahami penyakitnya sekaligus meningkatkan kepatuhan pengobatan. Ini bukan sekadar edukasi, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku yang nyata,” katanya.

Sebagai bagian dari amal usaha PDM Muhammadiyah Karanganyar, klinik tersebut terus berkomitmen menghadirkan layanan berbasis inovasi dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan ini menjadi contoh konkret sinergi riset dan praktik dalam meningkatkan kualitas pelayanan.


Foto bersama dengan pasien Hipertensi di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro/Foto: Redaksi


Ke depan, Prima menargetkan pengembangan SMART-HTN ke dalam platform aplikasi berbasis Android agar jangkauannya semakin luas. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan hipertensi berbasis self-management.

“Edukasi kesehatan tidak boleh berhenti di fasilitas pelayanan. Harus berlanjut di rumah, di keluarga, dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang inovatif, berbasis bukti ilmiah, dan dekat dengan realitas masyarakat, SMART-HTN berpotensi menjadi game changer dalam upaya menekan angka komplikasi hipertensi sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dosen Spesialis UNIMUS Luncurkan SMART-HTN, Inovasi Digital untuk “Melawan Diam-Diam” Bahaya Hipertensi

Terkini

Iklan